Mengenal Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi

Penyajian laporan akuntansi untuk investor, kreditur, dan para pemangku kepentingan lainnya menciptakan karakteristik kualitas Informasi akuntansi dasar yang harus diterapkan dalam setiap laporan akuntansi.

Ada enam karakteristik kualitas informasi akuntansi. Dua dari enam karakteristik kualitas adalah hal yang  fundamental (harus ada), sementara empat juga penting sebagai penunjang pada setiap laporan Akuntansi agar sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Perbedaan Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi

Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi Dasar (Utama)

Karakteristik kualitas informasi akuntansi dasar harus ada dalam setiap informasi  akuntasi. Hal ini bermanfaat sebagai point penting dalam mengambil keputusan. Dua karakteristik kualitas informasi akuntansi dasar yang utama adalah : Relevan dan dapat diuji (Realibilitas)

Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi Sekunder

Karakteristik kualitas informasi akuntansi sekunder adalah sebagai penunjang dalam mempengaruhi seberapa bergunanya informasi yang tersaji. Berikut adalah empat macam karakteristik kualitas informasi akuntansi sekunder:

  1. Dapat diverifikasi (Verifiability)
  2. Ketepatan waktu (Timeliness)
  3. Dapat dipahami (Understandability)
  4. Komparatif (Comparability)

 

kualitas informasi Akuntansi 1

Penjelasan Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi Secara Terperinci

1. Relevansi

Relevansi mengacu pada seberapa membantu informasi akuntansi tersebut untuk proses pengambilan keputusan keuangan. Kualitas informasi akuntansi menjadi relevan jika memenuhi unsur :

  • Predictive Value : membantu memprediksi hasil-hasil yang akan diperoleh di masa-masa yang akan datang.
  • Confirmatory Value : membantu mengkonfirmasi kebenaran ekpektasi sebelumnya.

Informasi akuntansi akan menjadi relevan jika dapat memberikan informasi yang bermanfaat tentang peristiwa di masa lalu dan membantu memprediksi peristiwa masa depan Hal ini penting dalam mengambil tindakan untuk menghadapi kemungkinan yang terjadi di masa depan.

Sebagai contoh, perusahaan yang mengalami penjualan yang besar dalam kuartal pertama dan menyajikan laporan ini kepada kreditur. Laporan yang relevan membantu pengambilan keputusan para kreditur untuk memperbesar nilai kredit bagi perusahaan.

2. Dapat diuji (Realibilitas)

Realibilitas, juga dikenal sebagai keandalan. Hal ini menunjukan sejauh mana informasi secara akurat mencerminkan sumber daya perusahaan, perputaran modal, transaksi, dan lain-lain.  Faktor ini adalah untuk membantu memberikan gambaran nyata atau realita yang tersaji dalam informasi akuntansi. Kualitas informasi akuntansi menjadi reability jika memenuhi unsur :

  • Lengkap (Completeness) – Laporan keuangan tidak boleh mengecualikan transaksi apa pun dan semua informasi yang penting tersaji sesuai kriteria penyajian secara wajar
  • Netral (Neutrality) – Informasi laporan keuangan tidak dibuat atas dasar kepentingan salah satu pihak. Baik eksternal maupun Internal
  • Bebas dari kesalahan (Free from error) – Sejauh mana informasi bebas dari kesalahan.

3. Dapat diverifikasi (Verifiability)

Laporan keuangan harus dapat diverifikasi oleh akuntan-akuntan lain dengan metode-metode yang sama, dapat diuji. Sebagai contoh, informasi akuntansi yang disajikan dalam laporan keuangan dianggat dapat diverifikasi jika dua akuntan independen (misalnya akuntan publik atau auditor) dapat menyimpulkan berdasarkan verifikasi mereka bahwa transaksi dan keadaan yang terjadi terefleksi secara adil.

4. Ketepatan waktu (Timeliness)

Ketepatan waktu adalah seberapa cepat informasi tersedia bagi pengguna informasi akuntansi. menyajikan informasi akuntansi tidak tepat waktu menjadikan informasi yang kurang bermanfaat dalam pengambilan keputusan. Hal ini penting untuk informasi akuntansi karena bersaing dengan informasi lainnya. Sebagai contoh, jika perusahaan mengeluarkan laporan keuangannya lebih dari setahun setelah periode akunting, pengguna laporan keuangan akan kesulitan untuk menentukan seberapa baik kinerja perusahaan saat ini.

5. Dapat dipahami (Understandability)

Understandability adalah sejauh mana informasi yang ada dapat dipahami. Saat ini, laporan tahunan perusahaan biasanya berisi lebih dari 100 halaman, dengan kualitas informasi menyeluruh. Informasi yang dapat dimengerti oleh pengguna  harus ada dalam laporan keuangan tersebut. Bagi perusahaan yang berkinerja buruk, adalah hal biasa menggunakan banyak istilah dan kalimat yang sulit dimengerti dalam laporan tahunannya sebagai upaya untuk menyamarkan kinerja yang buruk.

6. Komparatif (Comparability)

Comparability adalah sejauh mana standar dan kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dari satu periode ke periode lainnya. Laporan keuangan yang dapat dibandingkan harus sesuai dengan standar dan kebijakan akuntansi yang konsisten dengan apa yang diterapkan sepanjang periode akuntansi.

Hal ini memungkinkan pengguna untuk menarik kesimpulan yang mendalam tentang tren dan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu. Selain itu, komparabilitas juga mengacu pada kemampuan untuk memudahkan membandingkan laporan keuangan perusahaan kita dengan perusahaan lain.

Karakteristik kualitas informasi akuntansi adalah hal penting karena memudahkan manajemen perusahaan dan investor untuk menggunakan laporan tersebut untuk membuat keputusan yang tepat.

Untuk menghasilkan laporan yang benar namun dengan cara yang mudah, Anda membutuhkan software akuntansi yang sudah teruji dan terpercaya. Contohnya adalah Accurate.

Accurate adalah software akuntansi buatan Anak negeri yang sudah dikembangkan sejak tahun 1999 dan sudah dipakai banyak perusahaan terkemuka. Seiring dengan disrupsi dan revolusi industri yang terjadi Accurate juga sudah meluncurkan Accurate online yang memudahkan pemantauan transaksi dan stok dimanapun dan kapanpun.

Anda bisa mencoba demo gratis Accurate online melalui link ini

 

 

Anda juga bisa membaca artikel menarik lainnya dibawah ini :