Strategi Mencegah Masalah Perpajakan Dari Segi Akuntansi

Pajak adalah kewajiban warga negara yang harus diurus dan dilunasi pada periode tertentu agar tidak menyebabkan masalah dalam hidup. Pada kenyataannya, tidak ada orang yang suka diaudit dan membayar tagihan pajak selama bertahun-tahun.

Konsekuensi-konsekuensi yang mungkin dialami oleh para wajib pajak yang tidak mau diaudit dan tidak membayar pajak antara lain penyitaan dan kurungan penjara. Berbagai risiko sebaiknya dihindari dengan banyak cara, salah satunya adalah membangun kebiasaan baik dari sekarang dan mengetahui hal-hal yang berisiko untuk dilakukan.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah perpajakan sebagai berikut.

1. Harus Teliti terhadap Rincian Usaha

Untuk profesi tertentu yang memperoleh pemasukan secara tunai seperti pelayan, bartender, penata rambut atau profesi yang memiliki pembukuan berbeda atau khusus seperti dokter, pengacara, atau akuntan umumnya lebih rentan terhadap audit.

Orang-orang dengan profesi seperti itu harus selalu teliti dengan segala rincian kegiatan usaha sehingga harus mencatat segala sesuatu yang terjadi agar terhindar dari kesalahan. Para wirausahawan juga rentan terhadap audit, khususnya para pemilik perusahaan yang baru berdiri.

Perusahaan yang baru berdiri lebih rentan terkena masalah daripada perusahaan yang sudah lama. Para auditor atau pihak yang menyelenggarakan audit lebih suka menyelidiki perusahaan kecil dan baru sehingga para pebisnis atau pemilik perusahaan harus menjaga kredibilitas dan tidak melakukan kesalahan fatal.

2. Jelaskan Segala Sesuatu Secara Lengkap

Catatan keuangan yang rentan terkena masalah tentu saja harus diantisipasi oleh perusahaan. Bagian keuangan khususnya para akuntan harus mempersiapkan semua hal yang dapat digunakan untuk menjelaskannya.

Pakailah bukti keuangan seperti nota, catatan pengeluaran, dan bukti apapun yang ada untuk menjelaskan hal-hal tertentu yang mungkin dianggap tidak wajar. Penjelasan yang masuk akal akan mengatasi berbagai kecurigaan yang muncul sehingga terhindar dari masalah.

3. Ketahui Pertanyaan-Pertanyaan yang Mungkin Muncul

Beberapa hal yang mungkin dicari tahu dan dipertanyakan dalam audit perpajakan adalah pengeluaran, pendapatan, aset, keuntungan, dan berbagai pengeluaran seperti perjalanan, konsumsi, dan hiburan. Catatlah semuanya dengan jelas dan tidak mencurigakan agar perusahaan atau bisnis tidak terkena masalah.

4. Ketahui Waktu atau Periode Pelaporan Pajak

Tepat waktu adalah kunci utama agar terhindar dari masalah perpajakan. Kemungkinan mendapatkan masalah semakin kecil jika melapor pajak sebelum tenggat waktu. Ingatlah, kewajiban membayar pajak tepat waktu jauh lebih penting dan baik untuk dilakukan.

5. Hitung Semuanya secara Akurat

Jangan pernah merasa mahir berhitung karena berhitung dengan kalkulator jauh lebih akurat. Setelah itu, periksa ulang semua yang sudah tercatat. Berhati-hatilah karena jumlah uang yang dilaporkan harus sesuai agar tidak timbul keraguan tentang keaslian data.

6. Cantumkan Jumlah atau Nominal Secara Pasti

Untuk hal-hal yang berhubungan dengan keuangan, terutama pajak maka sangat tidak disarankan untuk membulatkan angka. Tulislah jumlah uang apa adanya secara pasti dan jelas agar auditor tidak mencurigai adanya kecurangan.

Pada saat pihak tertentu seperti auditor sedang mencari kesalahan maka hindari celah sekecil apapun yang memiliki kemungkinan menjadi masalah. Agar terhindar dari masalah sebaiknya jawab setiap pertanyaan yang ada dan isi setiap ruang kosong, meskipun hanya dengan tanda strip atau angka nol.

Hilangkan ruang atau kesempatan bagi auditor untuk mengasumsi sesuatu yang belum tentu benar.

Kemungkinan terjadinya masalah perpajakan bisa terjadi kapan saja tanpa disadari. Perusahaan harus selalu siap menghadapinya karena pajak itu harus selalu dibayar. Simpanlah catatan yang lengkap dan terstruktur sehingga pihak auditor bisa meyakini suatu usaha benar-benar bersih dan tidak ada yang harus disembunyikan.

Mengurus pajak memang terkadang menjadi masalah sendiri dalam kelangsungan bisnis. Perhitungan pajak yang cukup memakan banyak waktu akan membuat operasional bisnis Anda tidak efisien jika dilakukan secara manual. Anda menggunkan tools yang tepat dalam mengelola urusan perpajakan dan transaksi pada bisnis Anda.

Anda bisa menggunakan Accurate Online untuk hal ini. Sebagai software akuntansi berbasis cloud yang sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia, Accurate online juga hadir dengan segudang fitur yang memudahkan Anda mengelola transaksi dan perpajakan.

Nikmati fitur penghitungan pajak secara otomatis, mudah, dan tepat. Contohnya seperti membuat laporan SPT Pph 21, ePPh 2326, SPT PPh pasal 23, dan masih banyak lagi laporan perpajakan yang bisa dihitung melalui Accurate Online.

Accurate Online sendiri merupakan satu-satunya software akuntansi buatan indonesia yang sangat mendukung wajib pajak guna membangun Indonesia yang lebih baik. Jadi tunggu apalagi? Anda bisa menggunakan demo Accurate online gratis selama 30 hari nelalui link ini.

 

 

Mau artikel menarik lainnya seputar perpajakan? berikut adalah artikel pilihan kami :