Pelatihan Karyawan : Salah Satu Hal Penting dalam Manajerial

Beri ikan pada laki-laki, biarkan dia makan selama sehari dengan ikan itu. Ajari dia cara memancing, dan kamu memberinya makan seumur hidup. 

Mungkin Anda pernah mendengar pribahasa lama itu. Jika Anda pemimpin sebuah bisnis, mungkin logika ini sama seperti saat Anda harus melakukan pelatihan karyawan. Kebanyakan manajer menghabiskan hari-hari mereka hanya dengan membagikan solusi kepada rekan atau karyawan mereka. Setiap anggota tim datang dengan sebuah pertanyaan, manajer mendengarkan cukup lama untuk membentuk opini lalu kemudian memberi mereka jawaban terbaik.

Hal tersebut seperti memberi karyawan Anda ikan, bukan pancing.

Pelatihan karyawan adalah seperti memberi alat pancing pada karyawan tersebut. Ini tentang membiarkan karyawan memimpin percakapan, memungkinkan mereka mengembangkan keterampilan baru untuk menyelesaikan tantangan. Juga memastikan pertumbuhan, dan memberdayakan karyawan agar lebih produktif dan mandiri. Seperti mengajari seseorang cara memancing, mungkin perlu waktu lebih lama untuk melatih seorang karyawan, daripada memecahkan sendiri masalahnya. Namun, upaya sekali itu akan menghemat banyak waktu Anda dan tim Anda untuk maju.

Melakukan Pelatihan Karyawan yang Efektif

Ada banyak kursus pembelajaran dan pelatihan karyawan yang bisa Anda pelajari, contohnya dari pembelajaran melalui Linkedin atau situs web pelatihan manajemen yang serupa. Namun menurut Lisa gates, pelatihan karyawan yang efektif dimulai dengan tiga prinsip dasar. Tiga prinsip dasar tersebut adalah: Buatlah selalu penasaran, biarkan karyawan memimpin, dan biarkan karyawan mengelola secara keseluruhan.

1. Membiarkan Karyawan Selalu Penasaran.

Pelatihan dimulai dan diakhiri dengan mengajukan pertanyaan. Daripada menawarkan solusi, pelatihan adalah tentang mengajukan pertanyaan kepada karyawan, memberdayakan karyawan untuk memikirkan dan akhirnya menyelesaikan masalah apa pun yang mereka hadapi.

Sebagai contoh, katakanlah seorang karyawan mengatakan mereka kesulitan mencapai tenggat waktu dan kemudian menawarkan alasan mengapa. Pendekatan manajemen yang umum adalah dengan mengabaikan alasan dan menekankan kembali pentingnya tenggat waktu.

Sebaliknya, melatih seorang karyawan akan dimulai dengan pertanyaan sederhana – menanyakan kepada mereka apa yang menyebabkan masalah dan benar-benar mendengarkan jawabannya.

2. Biarkan Karyawan itu Memimpin.

Seperti poin pertama begitu seorang karyawan menjelaskan suatu masalah, reaksi umumnya adalah menawarkan solusi. Untuk menjadi pelatih yang efektif, Anda harus melakukan yang sebaliknya dengan mengajukan pertanyaan untuk membiarkan karyawan memecahkan masalah sendiri. Adalah tugas sebagai pemimpin untuk memfokuskan pemikiran mereka agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Ini adalah latihan yang kuat, karena orang pada umumnya akan mendapatkan solusi yang sama – atau bahkan lebih baik dari yang Anda bayangkan, ketika dipaksa untuk memikirkannya. Selain itu, karyawan akan memberikan pandangannya sebagai pribadi dan memberi mereka perspektif yang lebih jelas tentang apa yang salah dan cara menghindarinya di masa depan.

Sebagai contoh, katakan seorang karyawan yang baru saja diangkat menjadi pemimpin tim mengatakan bahwa membuat otoritas baru itu sulit bagi mereka. Kebanyakan manajer akan merespons dengan solusi mereka sendiri dan melanjutkan kebijakan yang telah ada.

Sebaliknya, Anda dapat melatih mereka melaluinya dengan menanyakan kepada mereka apa yang menantang tentang otoritas yang baru ditemukan dan bagaimana mereka dapat memperbaiki masalah tersebut. Latihan ini jauh lebih memberdayakan dan membantu mengembangkan potensi karyawan.

3. Mengelola Secara Keseluruhan.

Seorang pemimpin harus menyadari tidak ada garis pemisah antara pekerjaan dan kehidupan rumah. Kenyataannya ada hal-hal di rumah yang mempengaruhi pekerjaan, dan jika Anda ingin melatih seorang karyawan secara efektif, Anda perlu mengelola secara keseluruhan.

Misalnya, Anda memiliki karyawan yang kinerjanya tiba-tiba berubah. Seringkali, ketika ini terjadi, ada alasan pribadi di baliknya. Anda harus membangun cukup kepercayaan dengan orang itu sehingga ia merasa nyaman memberi tahu kepada Anda apa yang menjadi inti permasalahan dan dapat bekerja sama untuk mencari solusi.

Mungkin mereka butuh waktu istirahat atau hal lain yang menyangkut masalah keluarga. Mengikuti saran dalam dua poin pertama, beri mereka kebebasan untuk berbicara melalui masalah dan tawarkan solusi dari mereka sendiri. Seringkali, mengambil saran akan mengarah pada jawaban jangka panjang yang paling efektif.

 

Kesimpulan 

Pelatihan adalah pekerjaan. Hal ini mengharuskan Anda untuk mempercayai karyawan Anda dan memiliki keyakinan bahwa mereka akan memberikan solusi yang sesuai untuk diri mereka dan organisasi.

Pelatihan karyawan memiliki manfaat sangat besar namun sering dilupakan tim manajemen. Berhasil melatih seorang karyawan menghasilkan pertumbuhan yang luar biasa, tingkat kepercayaan yang lebih dalam, dan karyawan yang jauh lebih terlibat yang dapat membawa tim Anda ke tingkat berikutnya. Untuk kemajuan bisnis, tentunya juga dperlukan alat yang tepat untuk mempermudah proses operasional bisnis Anda. Misalnya adalah untuk pencatatan keuangan, kini sudah banyak aplikasi yang dibuat untuk memudahkan pencatatan transaksi keuangan dan pemantauan stok secara realtime. Accurate Online, software akuntansi berbasis cloud yang bisa Anda gunakan kapan saja dan dimana saja untuk memantau perkembangan bisnis Anda. Dengan beragam fitur unggulan yang tidak ada di aplikasi serupa seperti penghitungan pajak secara otomatis, rekonsiliasi bank secara otomatis, dan banyak fitur unggulan lainnya. Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis dengan mengunduh aplikasi tersebut melalui link ini.

 

 

Anda juga bisa membaca artikel menarik lainnya dibawah ini :